linknewsjambi.com . Kuala Simbur, Tanjabtim- Meskipun Pemkab Tanjabtim telah membangun jaringan listrik di Desa Kuala Simbur Kecamatan Kuala Jambi. Namun, hingga kini warga setempat belum bisa menikmati aliran listrik ke desa mereka, karena pihak PLN belum bisa member kepastian kapan mereka akan mengaliri listrik ke Desa penghasil kerupuk udang ini.
Alhasil, untuk kebutuhan penerangan di malam hari warga masih mengandalkan genset yang tentunya membutuhkan biaya besar untuk operasional, terutama untuk membeli bahan bakar minyak solar maupun bensin.
Kepala desa Kuala Simbur Hasanuddin mengatakan jika warganya saat ini masih tergantung dengan genset untuk keperluan listrik, itupun hanya dihidupkan pada malam hari saja, “genset hanya dihidupkan batas jam 1 dinihari saja, karena jika dihidupkan hingga pagi hari tentu akan menghabiskan minyak yang tidak sedikit,” ungkap Hasanuddin.
Ia menyebutkan, untuk semalam tiap genset bisa menghabiskan 4-5 liter solar atau bensin, menurutnya warga akan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk membeli minyak, jika genset dihidupkan siang dan malam.
Untuk itu ia sangat berharap PLN segera mengaliri listrik ke desa mereka, apalagi jaringan listrik kini telah tersedia.
Bahkan warga sudah banyak yang memasang instalasi listrik dirumah mereka, “kami mohon pihak PLN segera memasukkan arus listrik ke desa kami,” pinta Hasanuddin.
Sementara itu, Bupati Tanjabtim Zumi Zola Zulkifli juga mengharapkan agar PLN segera memasukkan tegangan ke Desa Kuala Simbur. Menurutnya, kewenangan tersebut memang ada di PLN, karena Pemkab hanya sebatas membangun jaringan saja.
“Namun kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak PLN agar segera mengaliri listrik ke Desa Kuala Simbur, karena saya inginnya masyarakat dapat segera menikmati listrik, jika tegangan listrik tersebut bisa kita beli, maka Pemkab akan membeli arus listrik tersebut,” lugas Zola. (rka)



Tidak ada komentar: